Iman vs Perasaan

"IMAN vs PERASAAN"

Dalam hiruk pikuk peperangan melawan empat ratus lima puluh nabi palsu, iman Elia begitu ber-kobar-kobar. Sekalipun hanya seorg diri menghadapi mereka , ia merasa kuat, percaya diri, on fire, dan diurapi (1 Raja-raja 18). Elia mendemonstrasikan kuasa mujizat Allah yang luar biasa. Namun firman Tuhan dalam 1 Raja-raja 19 menjelaskan bahwa kondisi iman Elia mengalami perubahan yang sangat ekstrim. Tiba-tiba saja imannya "melempem" setelah mendengar ancaman Izebel yang mau membunuhnya.

Mungkinkah keadaan seperti ini sering kita alami? Kadang kita merasa kuat dan tegar menghadapi persoalan dalam hidup , namun kadang tiba-tiba kita merasa takut dan kuatir dalam menghdpi masalah.

Perjalanan iman manusia memang labil. Kadang naik, kadang turun. Itu sebabnya Tuhan menyuruh kita berjalan dengan iman, bukan dengan perasaan. Perasaan manusia kerap berubah oleh situasi. Keadaan seperti ini bukan fondasi yang baik dan tepat untuk berpijak. Sebaliknya, iman pada Kristus akan membuat kita sanggup berdiri kokoh, sekokoh batu karang.

Roma 4:1-3
Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."

Abraham adalah figur yang luar biasa. Sekalipun keadaan tampak bertolak belakang dengan yang Tuhan janjikan, Abraham tetap memilih untuk percaya pada janji Tuhan! Ia memutuskan berjalan dgn iman, bukan berdasarkan perasaan. Cuma satu hal yang dipegangnya kuat, yaitu janji Tuhan.

Roma 4: 20
"Tetapi terhdp janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah"

Kita mau hidup hidup berkemenangan seperti Abraham? Kuncinya, pegang janji Tuhan! Ingat selalu janji Tuhan dan pupuk iman. Dengan begitu, pasti kita akan menjd orang Kristen yang tangguh dan kuat dalam menghdpi badai, tegar terhdp godaan, dan akhirnya keluar sebagai pemenang.

Tuhan Yesus Memberkati !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar