Menabur dalam air mata, menuai dalam Sukacita

Sesi 3 konven EE 4/11/2015 - Menabur dalam air mata, menuai dalam sukacita
Pdt Paulus Surya

Maz 126 : 1-6
Suatu hari ada pria usia 55 cek up ke dokter. Dia tanya dia bisa sampe 90th ga? Dia ga suka pernah rokok, makan kolesterol, ganti2 pasangan dsb. Dokter bilang kalo ga suka semua itu utk apa dia mau umur 90th?
Semua org punya kesukaan. Jika kita mau umur panjang harus diisi dgn kesukaan kita.

Maz 126:5
Kenapa menabur dengan mencucurkan air mata? Apakah menabur itu tidak sukacita? Konteks perikop ini adalah situasi bagsa Israel yg sukacita karena kembali dari pembuangan Babel (ay 1-3). Tetapi sampai di Yerusalem, ternyata Bait Allah sudah hancur (ay 4). Karena itu mereka harus mulai mengerjakan pembangunan susah payah (ay 5).

Tuhan menghendaki kita setia mengerjakan pekerjaan Tuhan meskipun ada kesusahan dalam hidup kita. Kenapa begitu?

1. Karena waktunya terbatas. Di Israel, menabur itu hanya Oktober-Maret. Kalo lewat itu, tidak bisa menuai. Hidup kita terbatas waktunya. Sehingga dalam situasi apapun meskipun ada kesusahan, tetap harus melakukan pekerjaan Tuhan. Rata2 usia org Indonesia wanita 72th, pria 68th.

2. Karena masalah manusia akan selalu ada selama dia hidup. Hanya org mati yang tidak ada masalah (cerita Satpam dan jam). Tidak bisa kita bilang tunggu masalah berlalu dulu, baru kita melayani. Apapun masalah hidup kita, jangan sampai itu menghalangi kita melakukan pekerjaan Tuhan.
Masalah terbesar manusia adalah kematian. Jika kita tidak takut pada kematian, seharusnya kita tidak terganggu oleh masalah lain dalam hidup kita yg lebih kecil dari kematian.

3. Tanpa menabur tidak akan ada tuaian. Roma 10:13-14. Kita harus setia melakukan pekerjaan Penginjilan. Konsili gereja yg pernah terjadi semua diadakan di Turki. Tapi sekarang populasi Kristen di Turki kurang dari 2%. Itu karena gereja tidak lagi menabur.

4. Karena Allah lebih dulu setia pada kita. Allah lbh dulu mengembalikan Israel dari pembuangan. Allah lbh dulu setia pada kita dgn menebus dosa2 kita. Karena itu kita harus juga setia melakukan Penginjilan. (Kesaksian turis Australia yg ke Thailand, selamat dari tsunami karena kecoak).

Ada kakek nenek dirampok 6 orang. Kakek terbunuh. Keenam org tersebut ditangkap. Anak sang kakek berkata bahwa ia mengampuni pembunuhnya tapi biar hukum dilaksanakan seadil-adilnya.
Mungkinkah bisa terjadi:
1. Saya mengampuni org itu dan hukum dijalankan biarkan saya menggantikan orang itu.
2. Setelah menggantikan orang itu, biar saya mewariskan seluruh harta saya kepada orang itu.
Secara manusia tidak mungkin bukan? Tetapi itulah yg dilakukan Yesus bagi kita.
(Cerita Pdt Paulus surya dgn bunga wijaya kusuma). Bunga saja dipelihara apalagi kita anak2Nya yg sudah ditebus dengan darahNya.

Ringkasan kotbah ini belum di periksa Pengkhotbah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar