Panggilan kita utk memenuhi Misi Tuhan
Lukas Budiono
Mat 28 : 18-20
Mission or missing
Kita di dalam misi Allah atau sedang terhilang?
1. Seringkali kita melakukan The Great Omission (kealpaan kehilangan). Mengabaikan misi Tuhan berakibat kehancuran.
Contoh: titanic the unsinkable ship akhirnya tenggelam. Penyelidikan dilakukan, kenapa kapal itu bisa tenggelam. Ternyata sudah ada peringatan pada siang hari dari bagian kapal bahwa ada gunung es besar di depan lalu diabaikan. Di sore hari diperingatkan sekali lagi tapi diabaikan. 10 menit sebelum tabrakan diperingatkan lagi tapi tetap diabaikan. Dan hancurlah kapal itu.
Gereja juga jika mengabaikan misi Tuhan maka akan hancur
2 raja raja 22:8
Taurat Tuhan pernah hilang di Rumah Tuhan.
Gereja saat ini telah kehilangan Injil. Gereja akan mati dan tidak ada lagi jika melupakan misi Tuhan. Pengabaikan besar2an terhadap Injil. Bahkan ada beberapa gereja mengatakan bahwa PI itu out of date.
2. Disorientasi
Penyimpangan sedikit demi sedikit. Tidak terasa lama-lama semakin jauh dari Injil.
Korean airlines 007
New york jfk - seoul. Dalam perjalanan bergeser 0,5 derajat. Semakin jauh semakin lebar dan melenceng lebih dari 500km dan terbang di atas uni soviet lalu ditembak jatuh oleh sukhoi. 269 org mati.
Pergeseran kecil sedikit membuat gereja tidak sadar. Akhirnya hancur.
Ada gereja bergeser mengatakan Yesus salah satu juruselamat. Keselamatan tidak cukup kasih karunia. Dsb. Injil tidak lagi jdi fokus. Ada disorientsi
Gal 1:9
Paulus mengutuk org yg beralih pada injil yg lain.
Gereja menganggap Injil sbg sosial dsb. Baksos dsb adalah penginjilan. Lebih menarik menjual Yesus yg membuat mujizat, kemakmuran dsb.
Fokus Injil adalah Salib Yesus.
3. Nilai sebuah jiwa
Gereja tidak lagi menghargai nilai sebuah jiwa
1 pet 1: 18-19
Berapa Allah bayar utk satu jiwa? Nyawa anaknya. Habis-habisan.
Gereja mengabaikan penginjilan karena tidak menghargai nilai sebuah jiwa.
Banyak tantangan dalam Penginjilan. Hanya ada 2 peraturan dalam EE. Tidak selalu apa yg kita lakukan kita nikmati hasilnya. Ini bukan pekerjaan dari manusia. Tapi dari Allah. Allah fokus dalam pekerjaannya.
Mordechai ham
Suatu hari ia KKR 3 minggu berturut2. Tapi sangat sedikit yg bertobat. Dia menyesal. Dia anggap gagal. Dia tidak tau salah satu pemuda 17th yg bertobat adalah Billy Graham. Tuhan cuma pilih 1 org utk melakukan perkara besar.
Yg menabur dan menyiram tidak penting. Tuhan yg memberi prtumbuhan yg penting. Jika kita merasa gagal dalm pelayanan, ingat kita hanya bagin kecil dari misi Tuhan.
Hanya ketaatan yg bisa membuat pelayanan ini berhasil.
Murid2 Yesus semalaman tidak dapat ikan. Tetapi "Karena Engkau menyuruhnya" mereka menebar jala sekali lagi dan dapat banyak ikan.
Suku Asam di india suka potong kepala musuh lalu dipajang di tembok rumah. Datang misionaris dari Inggris. Tidak satupun ada yg bertobat. Akhirnya ada 1 keluarga bertobat. Kepala suku marah, lalu keluarga ini diadili di depan umum. Disuruh sangkal Yesus. Atau kedua anaknya akn dipanah mati. Lalu sang bapak itu berkata: I have decided to follow Jesus, no turning back, no turning back. Lalu kedua anaknya dipanah mati didepan matanya. Kepala suku memberi kesempatan kedua. Kali ini istrinya jadi taruhan. Sang bapak berkata: Though none go with me, I will still follow. No turning back. Istrinya pun dipanah mati. Kesempatan ketiga taruhannya adalah nyawanya sendiri. The world behind me the cross before me. No turning back. Akhirnya dia dipanah mati.
Kematian keluarga itu membuat kepala suku bertanya tanya. Siapa Yesus itu sehingga keluarga itu rela mati.
Akhirnya beberapa bulan kemudian kepala suku bertobat terima Yesus dan seisi desa bertobat.
Benih Injil yg telah ditabur, tidak ada yg kembali sia2.
Jangn merasa kecil dlm pelayanan ini
2 kor 3:9
Musa yg membwa taurat begitu mulia. Terlbih lagi mereka yg membawa Injil.
2 kor 3:3
Kita adalah surat Kristus. Bukan loh batu tapi loh daging.
Seandainya ada reuni akbar di surga. Ada org2 yg menyalami kita berterima ksh karena mereka bisa kenal Kristus krena kita menceritakannya pada mereka.
Ringkasan kotbah ini belum di koreksi si Pengkhotbah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar