Diatur oleh Tuhan

"DIATUR OLEH TUHAN"

Untuk mempersatukan dua manusia sebagai suami isteri, Allah telah mengatur bahwa haruslah ada ketaatan dan kasih dalam rumah tangga mereka . Dia tidak meminta suami atau isteri mencari kesalahan masing-masing . Dia tidak menetapkan suami-suami untuk menjadi instruktur istri-istri , atau istri-istri untuk menjadi guru suami mereka . Seorang suami tidak perlu mengubah isterinya, demikian juga halnya dengan isteri. Bagaimanapun sifat dan keadaan pasangan hidup kita, hendaklah kita mengharap hidup dengannnya selamanya. Mereka masing-masing harus belajar menutup mata akan kekurangan masing-masing . Mereka harus belajar mencintai, bukan mencoba mencari kesalahan masing-masing .

Matius 10:38
"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku."

Sebagai orang Kristen kita harus belajar menyangkal diri. Dalam sebuah hubungan, menyangkal diri bisa berarti melengkapi seorang terhadap yang lain. Keluarga butuh disiplin, berarti harus belajar mau menyisihkan pendapatnya sendiri dalam memberikan pertimbangan pasangan hidupnya. Pengajaran yang lemah lembut harus ada di lidah para isteri, baik terhadap anak-anaknya, maupun terhadap suami atau sesamanya.

Amsal 31:26b
"pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya."

Demikian pula sebagai mempelai Kristus, harus taat dan hidup setia kepada mempelai laki-laki, yaitu YESUS KRISTUS, tanpa mempedulikan keadaan dan situasi kita. Kita harus mempersembahkan kehidupan kita seutuhnya kpd Kristus, dan tdk hidup separuh buat ilah-ilah lain.

Amsal 7:1-2
"Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu."

Selamat memberi diri dan kehidupan kita untuk DIATUR OLEH TUHAN.

Tuhan Yesus memberkati !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar