"MENGHADAPI SI PEMFITNAH"
Dalam Kehidupan sehari-hari ,
kita tidak bisa memilih orang yang akan menjadi rekan atau tetangga kita... Yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada, termasuk dengan seorang pemfitnah! Marah dan melabraknya bukan solusi terbaik.
Ada 3 cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi hal ini :
1. Ingatlah bahwa orang benar hanya diproses melalui fitnah, tapi TIDAK AKAN dapat dihancurkan dengan fitnah.
2. Tetaplah tenang dan sabar, tidak perlu ngotot dan bereaksi negatif tetapi bereskan hati dan tetaplah tenang sambil berdoa.
3. Percayalah bahwa Tuhan selalu beserta kita.
Difitnah memang tidak menyenangkan, apalagi jika fitnah itu hingga mengancam keselamatan jiwa kita, seperti
yang dialami Stefanus (Kisah Para Rasul 6:1-15).
Karena Stefanus yakin kalau tindakan mengabarkan Injil adalah hal yang benar, maka ia sama sekali tidak gentar menghadapi tua-tua dan Ahli-ahli Taurat yang menghalangi pekerjaannya. Semakin dihalangi, penyertaan Tuhan atas Stefanus justru semakin nyata, hingga membuat mereka kewalahan menghadapinya.
Kisah Para Rasul 6:10
"tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara."
Demikian juga dengan kita saat menghadapi si pemfitnah yang mencoba menghancurkan hidup kita, jangan kita merespon negatif, jangan kita marah-marah hingga melabraknya. Responilah setiap fitnahan seperti Stefanus. Selagi kita benar, tetaplah tenang dan percaya bahwa TUHAN berpihak kepada orang benar. "PERCAYALAH BAHWA KEBENARAN SUATU HARI PASTI AKAN DI SINGKAPKAN-NYA".
1 Petrus 3:12
"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
Tetaplah menjadi pribadi yang benar dan sabar dalam menghadapi pemfitnah.
Tuhan Yesus memberkati !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar