Saudaraku

"SAUDARAKU"

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "saudara" bisa mengacu kepada orang yang memiliki hubungan sedarah, seperti kakak dan adik. Kata "saudara" juga menerangkan pada orang yang mempunyai pertalian keluarga. Dalam relasi sosial masyarakat, istilah "saudara" juga dipakai untuk menunjuk pada orang yang segolongan, seagama, dan sederajat.

Matius 12:50
"Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Dalam pengajaran Yesus, orang yang disebut "saudara" adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa Surgawi.
Dalam konteks saat itu, secara spesifik Yesus menunjuk kepada para murid-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang telah hidup dalam kebersamaan dan telah membentuk ikatan batin seperti layaknya ikatan batin ibu-anak atau kakak-adik yang memiliki hubungan sedarah.

Dalam bangunan spiritualitas keluarga Kristen, siapa yang patut ditempatkan menjadi "saudara" yang padanya kita bisa menemukan 'mata air' spiritualitas? Mereka yang sedang hidup di jalan kasih dan kedamaian universal. Mereka yang berjalan di jalan kebenaran dan keadilan, dan mengamalkannya terus meskipun kadang harus menapaki jalan sempit, licin, terjal, dan berbahaya. Di sisi lain, saudara kita adalah orang yang mau berbagi kekayaan spiritualnya bukan hanya di gereja dan sekolah-sekolah Kristen, tetapi juga di tempat di mana gereja dan sekolah Kristen tidak bisa berdiri, di komunitas yang berbeda dengan keyakinan atau agama yang kita peluk. Saudara kita adalah orang yang dari hatinya mengalirkan darah Kristus, yang memancar kuat dalam hasratnya untuk berbagi kebaikan dan menyelamatkan orang lain.

Selamat menjadi "saudara" bagi sesama.

Tuhan Yesus memberkati !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar