" KERETA KEHIDUPAN "
Hidup manusia mirip seperti sebuah perjalanan dalam kereta api, lengkap dengan stasiun-stasiun yang dilaluinya, dengan perubahan-perubahan rutenya, dan dengan segala permasalahannya. Saat lahir, kita seperti naik ke dalam kereta api, bertemu dgn orang tua kita dan kita yakin bahwa beliau akan selalu ikut bersama kita, tetapi di suatu stasiun ternyata beliau akan turun meninggalkan kita sendiri di perjalanan berikutnya.
Dengan cara yang sama orang lain akan naik ke kereta api kita, mereka menjadi berarti dan penting bagi hidup kita: Saudara-saudara, teman-teman, anak-anak, dan juga pasangan hidup kita. Banyak yang akan turun dan meninggalkan kekosongan yang begitu dalam bagi kita. Ada juga orang-orang yang turun begitu tiba tanpa kita tahu hingga bahkan kita tidak menyadari kursi mereka telah kosong!
Pengkotbah 3:1-2 "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam."
Perjalanan ini akan penuh dengan sukacita, dukacita, khayalan, harapan dan perpisahan. Sukses kita terletak pada bagaimana kita menjalin hubungan yang baik dengan semua penumpang. Misteri terbesar adalah kita tidak pernah tahu di stasiun mana kita akan turun, maka kita harus menjalani dengan sebaik-baiknya, untuk mengasihi, memaafkan, dan untuk memberikan semua yang terbaik dari yang kita punya. Ketika saatnya tiba untuk kita turun dan meninggalkan kursi kita, kita sehrsnya meninggalkan kenangan-kenangan indah bagi mereka yang akan terus melanjutkan perjalanan dalam KERETA KEHIDUPANnya.
Efesus 5:15-17 " Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."
Selamat menjalani kereta kehidupan dengan arif, benar dan bijaksana.
Tuhan Yesus memberkati !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar