" MENGATASI KETIDAKPUASAN "
Dalam hidup ini, mungkin kita pernah merasakan sakitnya tidak diterima dalam kelompok atau lingkungan, ditolak, entah karena dianggap tidak mampu, tidak sesuai, tidak sealiran, tidak sepaham, dsb. Dan reaksi yang banyak dilakukan orang adalah tersinggung, sama seperti Yohanes dan Yakobus, yang tersinggung berat, mereka mengusulkan agar membumi hanguskan seluruh desa.
Lukas 9:53-54 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
Betapa tidak sabarnya dan begitu gampang tersulut emosinya orang terhadap hal-hal yang tidak memuaskan hatinya, majikan yang main pecat, suami yang sewenang-wenang terhdp istrinya, istri yang tidak tunduk lagi kepada suaminya, anggota Gereja yang mengembara dari satu gereja ke gereja yang lain, semuanya dikarenakan "kecewa".
Mengapa Yesus tidak memecat saja murid-murid yang mengecewakan itu? Karena Ia tahu bahwa cara begitu tidak menyelesaikan masalah, tidak akan pernah kita menjumpai istri, suami, bawahan, murid atau siapa pun yang 100% memuaskan, lingkungan sekitar yang sepenuhnya menyenangkan, termasuk gereja yang dalam segala sesuatunya memenuhi selera dan kebutuhan kita.
Cara terbaik dalam mengatasi ketidakpuasan adalah dengan kesabaran, bila kita berhasil sabar terhdp orang lain, diikuti kesediaan menerima mereka seperti apa adanya, itu adalah bukti kemenangan kita.
Yesus menegur kedua muridnya itu, kedua murid ingin membalas perbuatan orang-orang Samaria itu, mereka ingin menjadi hakim, firman Tuhan mengatakan bahwa penghakiman dan penghukuman adalah haknya Tuhan.
Roma 12:19 "Saudara-saudaraku yg kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."
Selamat menjadi pribadi yang sabar dan bertoleransi.
Tuhan Yesus memberkati !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar