Membuang beban hidup

̊MEMBUANG BEBAN HIDUP

Ada seorang lelaki muda yang sedang menaiki sebuah perahu kecil.

Wajahnya sangat muram dan terlihat sekali bahwa lelaki itu dalam keadaan tertekan.

Pemilik perahu itu tetap mendayung sambil mengarahkan perahunya sesuai permintaan lelaki muda tersebut.

"Hentikan perahunya jika sudah sampai di tengah lautan."

"Apa kau akan bunuh diri anak muda?"

"Bukan urusanmu...
kau tak pernah mengerti bahwa hidupku ini sangatlah berat

Sama seperti perahumu yang akan tenggelam ini."

"Oh, saya baru ingat sesuatu...
Pantas saja perahu ini hampir tenggelam.”

Pemilik perahu mulai mengambil sesuatu dari perahunya.

Tak lama kemudian mulai di buangnya satu-persatu,
setelah itu perahunya mulai mengapung dengan sempurna.

"Apa yang kau lakukan, pak tua?"

"aku hanya membuang batu yang tidak berguna.

Batu inilah yang membuat perahuku hampir tenggelam.

Dan setelah aku membuangnya,
batu-batu itu tak akan muncul lagi.

Mungkin kau juga harus membuang segala bebanmu..."

Kehidupan kita sama seperti sebuah perahu.

Jika perahu-perahu itu berlayar dengan mengangkut banyak batu
maka perahu itu akan kehilangan keseimbangan dan tenggelam.

Buat apa kita menyimpan segala beban dan memikulnya.

Apakah beban-beban itu dapat membawa kehidupan kita menjadi lebih baik.

Buanglah segala beban itu.

Kemana beban itu harus kita buang?

Datanglah kepadaNYA,
maka DIA akan mengangkat segala beban hidup kita.

TUHAN akan membuangnya,
sehingga beban itu tak akan pernah mengganggu kehidupan kita lagi.

Lebih baik memfokuskan tujuan hidup kita kepada rencana TUHAN daripada kita menghabiskan waktu hanya untuk meratapai segala beban hidup.

Jadi,
Ketika kita berbeban berat
mari kita datang kepadaNYA dan belajar mengandalkanNYA,
bukan mengandalkan kekuatan sendiri.

Percayalah bersama TUHAN,
kita akan mampu melewati smuanya

”Marilah kepadaKU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu.”
(Matius 11:28).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar