Musuh terbesar manusia adalah diri sendiri

" MUSUH TERBESAR MANUSIA ADALAH DIRINYA SENDIRI "

Menundukkan orang lain membutuhkan tenaga dan pikiran serta kekuatan diri kita.
Menundukkan diri sendiri, membutuhkan kekuatan Roh Allah. (Gal. 5:16-26)

Raja Daud, yang disebut sebagai orang berkenan di hati Tuhan.. Seorang yang matanya indah dan parasnya elok. Penuh keberanian. Begitu sangat percaya dan tunduk pada Tuhan namun Daud tetap jatuh dalam dosa sexual. Semua berakar pada tidak adanya penguasaan diri.

Orang yang tidak dapat menguasai dirinya, tak lebih dari seorang pecundang.. Dia akan dikalahkan oleh dirinya sendiri!

Amsal 16:32b
"orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."

Apakah benar Daud tidak punya penguasaan diri?
Karena ada satu peristiwa mengenai penguasaan diri yang luar biasa patut dipuji, ketika dia dikejar-kejar Saul (1 Samuel 24-26)
Daud menolak dorongan hatinya untuk membunuh Saul. Padahal dia memiliki alasan dan kesempatan untuk membunuh Saul. Lagipula Saul sudah membuat hidup Daud susah karena iri hatinya. Dalam hal ini Daud mampu menguasai dirinya dengan tidak membunuh Saul.

Kalau begitu apa yang terjadi pada Daud yang gagal menguasai diri dalam hal nafsu sexualnya? (2 Sam. 11)
Situasi kehidupan Daud di kedua peristiwa itu sangat berbeda.
Daud mengingat Tuhan yang mengurapi Saul, ketika dia mengalami pencobaan untuk membunuhnya. Tetapi Daud tidak mengingat Tuhan ketika dia gagal menguasai diri dalam hal sexual..
Inilah titik terpenting penguasaan diri.

Daud memang menguasai diri karena dia menempatkan diri/egonya dibawah penundukkan Tuhan yang mengurapi Saul.

Kenyamanan bisa menjadi racun yang membius. Daud tidak mampu menguasai diri untuk memuaskan kenyamanan mata dan pikirannya ketika melihat Betsyeba.

Daud menundukkan dirinya dibawah kenyamanan, dia jatuh dalam dosa. Dan dia harus membayar harga yang sangat mahal atas kesalahannya!!

Memiliki penguasaan diri bukan berarti kita pintar dalam hal 'self-management'.
Penguasaan diri memerlukan kekuatan Roh Allah yang tinggal di dalam setiap kita.
Penguasaan diri adalah menundukkan diri kita di bawah kuasa Roh Kudus.

Ketika "keinginan", "kenyamanan" dan "kenikmatan" menundukkan diri kita, saat itulah diri kita dikuasai oleh kedagingan kita.
Roh Allah tertekan dan suara-Nyapun yang lembut akan terabaikan. Maka kita tidak lagi dapat menguasai diri!!

Oleh sebab itu, Paulus berkata, "Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak." (1 Kor. 9:27)

Untuk seseorg bisa memiliki penguasaan diri yg baik, perlu "melatih diri" untuk lebih tunduk kepada Roh Allah, dengan cara memberi diri kita terus dipimpin oleh Roh Kudus dalam segala hal.
Latihlah untuk semakin haus menerima firman dan lawanlah keinginan daging kita.
Latihlah untuk lebih intim dengan Tuhan, dan jauhilah kenikmatan sesaat.
Latihlah untuk selalu tunduk akan perintah-Nya, dan tekan keinginan memuaskan hasrat dunia.

Takutlah akan Tuhan..!
Maka, Roh Allah yang ada dalam hidup kita akan menguasai penuh hidup kita..
Saat itulah kita pasti dapat menguasai diri dengan baik.

Selamat menjalani hidup dgn rasa takut akan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar