"TEGAS DAN JUJUR"
Ketegasan diperlukan agar hukum atau peraturan bisa ditegakkan. Bayangkan seandainya tidak ada orang yang tegas, pasti akan kacau.
Kita dapat belajar dari keluarga imam Eli yang tidak tegas, terutama terhadap anak2nya, Hofni dan Pinehas. Yang terjadi dari ketdaktegasan imam Eli adalah anak2nya menjadi anak-anak yang terus melanggar hukum Tuhan tentang hak seorang imam. Hal ini mendatangkan hukuman Tuhan, baik kepada imam Eli maupun kepada Hofni dan Pinehas (1 Samuel 4:1-18)
Sikap tegas saja tidak cukup tanpa disertai kejujuran. Kepada hakim-hakim , Yosafat meminta supaya mereka bertindak seksama, artinya tegas dan tidak menerima suap.
Seorang hakim bisa saja tegas, tetapi bisa juga dengan mudah menerima suap.
2 Tawarikh 19:6-7
Berpesanlah ia kepada hakim-hakim itu: "Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk TUHAN, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum. Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN. Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak ataupun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita."
Bukan hanya kepada aparat hukum dan rohaniawan saja ketegasan dan kejujuran dituntut, tetapi juga kepada kita semua. Ketegasan dan kejujuran harus ada di rumah, di tempat kerja, di lingkungan masyarakat, bahkan di gereja atau tempat pelayanan lainnya. Ketegasan akan membuat situasi dan kondisi terkendali dan berjalan teratur, sedang kejujuran akan menjaga hubungan yg baik dgn sesama dan membuat hidup lebih tenang.
Selamat menjadi pribadi yang tegas dan jujur.
Tuhan Yesus memberkati !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar